
BULUKUMBA —Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba (AKTABE) kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) akreditasi Program Studi Diploma Tiga (D3) Kebidanan pada **21–24 Oktober 2026**. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kualitas pendidikan calon bidan yang akan berperan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Asesmen dilaksanakan oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), yakni **Atik Purwandari, SKM., S.Tr.Keb., M.Kes.**, dari Poltekkes Kemenkes Manado, dan **Dr. Luh Nik Armini, S.ST., M.Keb.**, dari Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.
Rangkaian kegiatan berlangsung di lingkungan kampus serta mencakup kunjungan ke wahana praktik, yaitu **Puskesmas Ponre dan RSUD H. A. Sulthan Dg Radja Bulukumba**. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat keterhubungan antara pendidikan di kampus dan pembelajaran mahasiswa di fasilitas pelayanan kesehatan.
Direktur AKTABE, **Dr. Sri Ningsih, S.S., M.Hum.**, menegaskan bahwa menjaga mutu pendidikan merupakan tanggung jawab kampus kepada mahasiswa, orang tua, dan masyarakat.
“Bagi kami, mutu harus hadir dalam proses pendidikan sehari-hari, mulai dari pembelajaran di kelas, latihan keterampilan di laboratorium, hingga pembimbingan mahasiswa di lahan praktik. Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang membentuk pengetahuan, keterampilan, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Sri Ningsih, pendidikan kebidanan memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan erat dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, penguatan kualitas pembelajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi dan kerja sama dengan wahana praktik.
Puskesmas dan rumah sakit memberikan lingkungan belajar yang saling melengkapi. Di puskesmas, mahasiswa mengenal pelayanan kesehatan yang dekat dengan keluarga dan komunitas. Sementara itu, pengalaman belajar di rumah sakit membantu mahasiswa memahami pelayanan klinis, kerja sama antarprofesi, dan sistem rujukan di bawah bimbingan tenaga yang berwenang.
Sri Ningsih berharap pelaksanaan asesmen lapangan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan Program Studi D3 Kebidanan AKTABE.
“Kami berharap proses asesmen ini membantu kami mengenali kekuatan yang perlu dipertahankan dan bagian yang harus terus diperbaiki. Harapan kami, AKTABE dapat terus mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, mampu berkomunikasi dengan baik, dan peka terhadap kebutuhan ibu, bayi, serta keluarga,” tuturnya.
Komitmen terhadap mutu tersebut juga menjadi pesan bagi masyarakat yang tengah memilih perguruan tinggi. Kualitas pembelajaran, pembimbingan praktik, dan lingkungan akademik perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat menempuh pendidikan kebidanan.
Sejalan dengan semangat itu, **AKTABE membuka penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui gelombang khusus untuk Program Studi D3 Kebidanan, dengan kegiatan pembelajaran yang akan dimulai pada Februari 2027**.
Gelombang khusus ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri berkarier di bidang kebidanan melalui pendidikan yang memadukan pembelajaran teori, latihan keterampilan, dan pengalaman praktik klinik.
“Kami mengajak calon mahasiswa dan orang tua untuk mengenal AKTABE lebih dekat. Bagi generasi muda yang memiliki semangat belajar dan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, gelombang khusus ini menjadi kesempatan untuk memulai pendidikan kebidanan bersama kami pada Februari 2027,” ujar Sri Ningsih.
Calon mahasiswa dan orang tua dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, jadwal pendaftaran, serta mekanisme penerimaan gelombang khusus dengan menghubungi panitia penerimaan mahasiswa baru atau datang langsung ke kampus Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba.
Melalui evaluasi mutu dan penguatan proses pembelajaran, AKTABE terus membangun pendidikan kebidanan yang berorientasi pada kompetensi lulusan dan kebutuhan masyarakat. Bagi AKTABE, kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kualitas pendidikan.
Kembali ke Berita